| by eddye | No comments

Perjalanan dengan Bus Tingkat Jakarta-Semarang

Bus level sekarang telah melayani penumpang di jalan tol Trans Jawa. Bagaimana rasanya mencoba bus besar di jalan tol ini?

DetikOto adalah salah satu media yang diundang ke studi Trans Java Bus yang dilakukan oleh Otobus Company (PO) di Putera Mulya. Uji coba berlangsung pada Kamis (14.02.2014) dan mengambil alih rute Jakarta – Semarang (PP) dalam satu hari.

Sebagai informasi, perjalanan dimulai di terminal Pulogebang timur Jakarta. Sebanyak 4 armada bus Putera Mulya disiapkan dengan kode Scania K41OIB.

Bus Trans Jawa yang dioperasikan oleh Putera Mulya mengusung konsep bus bersusun (dua jembatan). Meski memiliki dua deck, hanya ada 44 kursi penumpang.

Maklum, bus Trans Jawa sebenarnya dicadangkan untuk segmen konsumen premium. Harga tiket normal di geladak atas Rp.195 ribu sedangkan yang di bawah Rp325 ribu. Tarif ini ditetapkan untuk rute Jakarta – Semarang – Solo.

Karena harga tiket di atas rata-rata, fasilitas yang berhubungan dengan konsumen termasuk dalam kategori premium. Misalnya, 6 kursi di bagian bawah sudah menggunakan model kursi kapten dengan sandaran tangan dan pijakan kaki untuk sandaran kaki.

Desain kursi cukup besar dan nyaman, mirip dengan pesawat kelas bisnis. Karena bentuk sandaran kepala, yang cenderung melengkung, kepala pengemudi tidak “menetes” ke belakang sambil bersandar. Selain itu, jok juga bisa disesuaikan dengan ketinggian musim gugur.

Selain itu, ada bantal dengan selimut untuk mengantisipasi hawa dingin yang berasal dari AC. Fungsionalitas terkini hadir dengan perangkat multimedia AVOD (Audio Video On Demand) tambahan yang memungkinkan Anda mendengarkan musik dan film favorit Anda.

Kesan pertama detikOto duduk di kursi di lantai pertama bus Putera Mulya tampaknya cukup menyenangkan. Karena tingkat redaman tidak hanya didukung oleh kursi lebar, itu juga cukup baik karena dampak minimal.

Satu-satunya hal yang bisa merugikan adalah kursi penumpang di lantai dasar menawarkan sudut pandang yang rendah. Masih lebih rendah dari kursi pengemudi. Bagi beberapa orang yang biasa bepergian dengan bus, ini bisa membuat nyaman dengan kursi tinggi.

Jika Anda naik, 38 kursi penumpang yang ada mungkin tidak senyaman kursi di lantai pertama. Karena kursi di lantai atas tidak memiliki sandaran tangan. Kursi belakang, sandaran kaki, dan fungsi AVOD masih tersedia.

Berbicara dari AVOD di kursi penumpang di lantai dua, ternyata tidak semua layar berisi file film atau musik. Namun, ini dapat diselesaikan dengan menggunakan koleksi film dan musik dari flash disk pribadi. Oh ya, di lantai dua ada juga dispenser air dan ruang merokok.

Untuk sektor kenyamanan, duduk di kursi penumpang di lantai dua memiliki nuansa tersendiri. Yang terpenting, pemandangan jok depan sangat besar dan mata bisa langsung menuju ke jalan.

Meskipun dirusak dengan posisi duduk yang lebih otoriter, ternyata kursi penumpang di lantai dua lebih sulit didengar dalam hal kenyamanan. Apalagi jika Anda berkendara melalui jalanan bergelombang dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Perjalanan dari Jakarta ke Semarang ini sukses sekitar 7 jam. Mereka meninggalkan Pulogebang jam 7:30 pagi dan tiba di 2:30 siang di Semarang. Jarak yang ditempuh tercakup di jalan berbayar Trans Jawa (424 km).

Dalam perjalanan kembali dari Semarang ke Jakarta, WIB dimulai pada pukul 3.30. Dan untuk kembali ke terminal Pulogebang sekitar pukul 00.30 WIB. Perjalanan malam lebih lama karena bus harus berhenti untuk mengisi biosolar. Saat memasuki Jakarta, kecepatan bus dipengaruhi oleh jalan yang macet.

Leave a Reply