| by eddye | No comments

Bukti Dramatis Indonesia dalam Film Keluarga Cemara Tidaklah Membosankan


Hingga awal 2019, layar lebar negara ini kembali menghadirkan pertunjukan yang menarik dan patut dilihat. Pada 3 Januari, keluarga Cemara dimainkan oleh Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir. Hanya dari judulnya Anda langsung tahu bahwa film ini umumnya memiliki tema besar dalam kehidupan keluarga.

Jangan takut kecewa dengan film ini, karena dijamin Rp 30.000 yang Anda habiskan menonton tidak sia-sia. Nah, berikut ini ulasan film IDN Times Family Cemara. Tidak ada nada spoiler, tenang!

1. Abah, Emak, Euis dan Ara
Diceritakan oleh keluarga dengan dua anak perempuan. Abah (Agus Rahman Ringgo), Emak (Nirina Zubir), Euis dan Ara adalah keluarga bahagia yang sangat harmonis. Abah sibuk dengan pekerjaan dan stafnya, ibu yang memasak dengan baik. Euis adalah siswa sekolah menengah yang hobi dan bisa bermain dengan sangat baik, dan Ara, bocah 7 tahun yang sangat suka menggambar.

2. Abah dan keluarga diusir dari rumah
Abah ditipu oleh ipar perempuannya dan mereka harus meninggalkan rumah tempat mereka tinggal belasan tahun yang lalu. Karena hutang perusahaan tidak dapat dibayar, Abah dan keluarga harus menanggung konsekuensinya.

3. Rumah pusaka
Abah dan keluarganya pindah ke desa terpencil di Jawa Barat. Di sana mereka terpaksa harus tinggal sementara di rumah warisan ayah Abah, yang telah menghilang. Jauh dari keramaian kota, Abah dan keluarga dimulai sebagaimana adanya dan terbatas.

4. Tempat tinggal baru, kehidupan baru
Rumah yang bagus dengan penduduk yang tidak terlalu banyak. Abah dan keluarganya memulai hidup baru karena mereka mengancam akan gagal di pengadilan karena penipuan yang mereka alami. Akankah Abah tetap dalam kemiskinan selamanya? Tonton langsung di bioskop!

Yang paling penting dari film dramatis adalah pengemasan cerita, sehingga tidak membuat publik bosan dan meninggalkan nilai moral. Keluarga Cemara telah berhasil menghadirkan keduanya dengan sentuhan sederhana namun menyentuh. Selain itu, karakter Abrah dan Emak, yang dimainkan dengan sangat bersih dan alami oleh Ringgo dan Nirina, yang membuat film ini sukses, menggambarkan deskripsi seluruh figur keluarga.

Tindakan yang tidak terlalu cepat atau lambat membuat pengamatan bagaimana berjalan di kebun teh di pagi hari, segar dan bahagia. Ini bukan film dramatis yang menggerakkan emosi atau meneteskan air mata, tetapi mampu menunjukkan senyum dan bahagia setelah melihat sendiri. Dialog antara pemain, penokohan, konflik, bumbu komedi, hingga musik yang dipilih untuk mempercantik film ini sangat sederhana dan menyenangkan.

Keluarga Cemara menunjukkan bahwa solusi untuk kebangkrutan bukan dengan mendapatkan kembali kekayaan mereka, tetapi untuk menerima situasi dengan murah hati.

Salam untuk film ini oleh Yandy Laurens. Kami mendukung film Indonesia dengan menontonnya langsung di bioskop!

Leave a Reply